MELISA ANGGRAINY PUTRI

Keep Smile and Keep Spirit :)

Leadership Irwan Hidayat, Sosok di Balik Kesuksesan Sido Muncul

PT Sido Muncul yang muncul pertama kali pada 1940. Bila dihitung pada 2010 ini, PT Sido Muncul sudah berusia 60 tahun. Sebentuk usia yang layak disebut panjang dan sukses untuk ukuran perusahaan di Indonesia. Terlebih lagi bagi PT Sido Muncul yang dalam dasawarsa terakhir menunjukkan diri sebagai perusahaan yang bertumbuh kencang dan selalu mengeluarkan produk inovatif.

PT Sido Muncul menjadi besar tidak terbangun sendirinya. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuat Sido Muncul eksis sebagai perusahaan jamu yang setara dengan industri farmasi lainnya. Bagaimana tidak, produk-produk Sido Muncul telah terbukti secara klinis karena dibuat di laboratorium di bawah pengawasan para ahli obat-obatan. Bahkan pada tahun 2000, pemerintah telah memberi lisensi Cara Pembuatan obat yang Baik (CPOB) kepada perusahaan yang dirintis sejak November 1951 oleh Ny. Rakhmat Sulistyo, nenek dari Bos Sido Muncul, Irwan Hidayat. Awalnya, Sido Muncul tidaklah terlalu istimewa, sama saja seperti industri jamu lain yang ribuan jumlahnya dengan beragam merek. Irwan Hidayat bersama empat orang adiknya sebagai generasi ketiga pemilik Sido Muncul, menerima warisan perusahaan pada tahun 1972 yang sesungguhnya sedang dalam keadaan kurang menguntungkan.

Sebagai bisnis keluarga yang dikelola turun-temurun, Irwan Hidayat mencoba tetap bertahan menghadapi pasang surut bisnis jamu. Dia percaya akan ada titik terang yang akan mencerahkan harapan dan kepercayaannya kepada industri jamu. Tetapi hingga tahun 1993 perusahaan jamu yang ia pimpin masih berjalan sangat lambat, karena banyaknya persaingan dari perusahaan jamu lainnya, baik yang home industri maupun perusahaan yang lebih mapan yang jumlahnya mencapai ratusan dengan ribuan produk jamu.

Untuk itu, terobosan harus dilakukan. Tahun 1997, saat banyak industri terseok-seok menghadapi badai krisis yang melanda Indonesia, PT Sido Muncul justru mencanangkan pembangunan pabrik dengan sertifikasi industri farmasi, dan laboratorium yang terstandarisasi sebagai laboratorium farmasi.Di areal seluas 32 hektar dibangun laboratorium seluas 3.000 meter persegi dengan biasa Rp 2,5 miliar dan pabrik seluas tujuh hektar, termasuk pabrik mi. Kini di areal itu juga dikembangkan sarana agrowisata seluas 1,5 hektar.

Dengan CPOB terbuka pula pasar yang seluas-luasnya bagi setiap jamu produksi Sido Muncul. PT Sido Muncul kini memiliki 150 item produk jamu baik yang bermerek maupun yang generik. Sedikit diantara produk bermerek unggulan Sido Muncul, antara lain Kuku Bima, Tolak Angin, Kunyit Asem, Jamu Komplit, Jamu Instan, STMJ, Anak Sehat, dan lain-lain. Sido muncul pun siap melangkah ke pasar global.

Sido muncul mulai mengembangkan pemasarannya ke luar negeri. Hongkong, masuk ke pasar China, meski tidak mudah, karena pemerintah China sangat melindungi industri obat-obatan tradisionalnya. Irwan harus bisa membuktikan bahwa produknya lebih baik dari yang dimiliki China. Keberhasilan menembus pasar negara asing akan menjadi gaung yang berbalik untuk meningkatkan kepercayaan pasar dalam negeri.

Untuk memperluas pasar di dalam negeri, dilakukan diversifikasi produk dengan mengembangkan produk “brand”, yaitu minuman dalam bentuk serbuk. Potensi di pasar minuman kesehatan ini masih terbuka luas, dan pemainnya masih terbatas, tidak sehiruk-pikuk jamu.

Visi PT Sido Muncul adalah menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan. Visi ini diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari dengan empat cara, yaitu :

  • Pertama, meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional.
  • Kedua, mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami.
  • Ketiga, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional, keempat, ikut mendorong pemerintah / instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan pengobatan tradisional. Secara umum apa yang menjadi visi PT Sido Muncul sudah diraih. Perubahan mendasar yang terjadi, baik dari sisi produk, produksi, strategi maupun teknologi juga sudah berjalan dengan baik.

Sebagai pemimpin, Irwan Hidayat sudah meletakkan fondasi nan kuat menyoal visi dan perubahan. Justru tantangan berat sekarang yang mengancam, seperti dituturkan pakar terbaik manajemen perubahan John Kotter tak lain adalah kepuasan diri terhadap pencapaian yang telah diraih dan lupa untuk melakukan suksesi.

Kepuasan diri terhadap pencapaian mudah untuk ditaklukkan. Jauh lebih sulit adalah melakukan suksesi dengan sukses. Inilah memang yang dikhawatirkan banyak pihak menyoal suksesi di PT Sido Muncul. Sosok besar Irwan Hidayat identik dengan PT Sido Muncul. Keberhasilan PT Sido Muncul sekarang bukan karena sistem di perusahaan tersebut yang sudah sempurna. Namun, tak lain karena tangan midas Irwan Hidayat semata.

Sumber : http://www.ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/1061-irwan-hidayat-sosok-di-balik-kesuksesan-sido-muncul.html

6 November 2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: